Kongres yang bertemakan “Innovation-Driven Development for Sustainable” berlangsung tanggal 11-15 September 2018 kemarin di laksanakan di Surabaya tepatnya di Dyandra Convention Center. Surabaya menjadi tuan rumah kongres Internasional yang melibatkan negara-negara Asia Pasifik.
UCLG ASPAC memiliki kepanjangan United City and Local Government Asia Pasific atau biasa disebut Organisasi Pemerintah Kota Internasional Lingkup Asia Pasifik. Kongres UCLG ASPAC ke-7 2018 ini diikuti kurang lebih 1200 partisipan dari 22 negara yang tersebar di kawasan Asia Pasifik, mulai dari Walikota, Pemerintah Kota, LSM, Akademisi, yang mada akan berbagi ide-ide kreatif dalam pengembangan sebuah kota.
Agenda kegiatan upacara pembukaan UCLG ASPAC yang ke-7 2018 berlokasi di Dyandra Convention Center pada tanggal 13 September 2018, dimeriahkan oleh penampilan Marching Band dari SMPN 1 Surabaya ada Reog Ponorogo yang dimainkan oleh anak-anak SD. Ada dua atlet pemanah dari Surabaya dan empat orang pemanjat cilik yang memakai kostom Hanoman dan Gatot Kaca turun dan memberikan bunga kepada tamu VVIP sebagai simbolis pembukaan acara tersebut.
Keesokan harinya, 14 September 2018 Walikota Surabaya Tri Rismaharini terpilih menjadi Presiden UCLG ASPAC periode 2018-2020. Beliau mengatakan ingin berbagi pengalaman dengan kota-kota lain dan mengemukakan untuk fokus dalam hal berikut ini, yaitu : anak-anak, anak muda, global warming, pengolahan limbah, sanitasi, sistem drainase, transportasi, pendidikan, kesehatan, penyediaan perumahan, kemiskinan, pasokan air, perizinan, dan good government, serta beberapa kota Asia Pasific juga rentan terhadap dampak global warming. Beliau berharap ingin berbagi kemampuan dan pengalaman untuk membantu kota-kota lainnya.
Pemerintah Kota Surabaya juga mempersiapkan agenda selain pelaksanaan kongres tersebut, seperti; Welcome Dinner yang dilaksanakan di Taman Surya/ Balai Kota Surabaya, City Tour, Art Performande, Mlaku Mlaku nang Tunjungan (Jalan Jalan ke Tunjungan), dan sebagainya.
Untuk agenda City Tour ada beberapa destinasi yang telah disiapkan Pemerintah Kota Surabaya untuk di kunjungangi, seperti; Museum Surabaya/ Siola, Kampung Lawas Mespati, House of Sampoerna, Jembatan Suroboyo, Klenteng Boen Bio, Masjid Ampel, Kalimas, Taman Harmoni, dll.
Di hari Jumat, 14 September 2018 pada delegasi diajak ke agenda mlaku-mlaku nang Tunjungan (Jalan-Jalan ke Tunjungan), selain itu para delegasi juga diajak merasakan pengalaman menaiki tranportasi tradisional yaitu Becak Hias. Mereka juga diajak untuk menaiki perahu menyusuri Kalimas (Sungai Mas) untuk menikmati keindahan kota Surabaya di malam hari seperti lampu lampion yang gantung mengitari sungai. Selain itu, para delegasi juga dimanjakan hiburan dan kuliner tradisional yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya.
Di hari terakhir UCLG ASPAC yang ke-7 2018, pada delegasi diajak untuk menanam beberapa jenis pohon di Taman Harmoni, seperti; Bispul, Kepel, Nagasari, Zaitun, Namnsam, dll.
Dari seluruh agenda UCLG ASPAC yang ke-7 2018 ini bertujuan untuk memecahkan tantangan bersama dengan mempromosikan inovasi dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dan layak huni serta UCLG ASPAC dapat menjadi kerangka kerja yang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan semua ini.